Pages

Subscribe:

Followers

Rabu, 23 Maret 2016

BUDIDAYA TANAMAN TEBU



NAMA : TRI SEPTIAWAN
KELAS : 4 ATP 1
NO : 32/8188
 

Tanaman tebu merupakan tanaman jenis rumput-rumputan yang mempunyai nama inggris Sugar Cane. Tebu merupakan tanaman untuk bahan baku pembuatan gula yang kita gunakan untuk kebutuhan setiap hari seperti untuk membuat teh, kopi, kue, dan masih banyak lagi kagunaan gula untuk kehidupan sehari-hari.
Tanaman tebu sendiri cendrung membutuhkan waktu yang cukup lama untuk panen yaitu kurang lebih 1 tahun. Kebutuhan gula yang terus meningkat seharusnya di imbangi dengan budidaya tanaman tebu yang berkulitas agar bahan baku pembuatan gula tidak kekurangan. Di Indonesia sendiri, tebu banyak di budidayakan di daerah Sumatra dan jawa.
Jika kita mempunyai lahan yang luas dan ingin membudidayakan tanaman tebu, kita harus tahu cara budidaya tebu yang baik dan berkualitas. Dan tanpa di sadari prospek budidaya tanaman tebu ini sangat cerah, karena apa? Gula merupakan kebutuhan primer yang notabene digunakan setiap hari, jadi tanaman tebu ini pasti akan laku dan harganya pun di jamin naik dari tahun ke tahun, bagaimana bukankah prospek bisnis yang menjanjikan?
Jika anda berminat dalam membudidayakan tanaman tebu ini, berikut ulasan singkat tentang cara budidaya tebu yang berkualitas  yang harus anda ketahui. Di mulai dari point penting sebelum menanam tanaman tebu.



Poin penting sebelum budidaya tanaman tebu:
·         IKLIM DAN CUACA.
 Membudidayakan tanaman tebu yang berkulitas, sangat tergantung dari cuaca dan iklim. Jadi iklim dan cuaca apa yang pas untuk menanam tebu? Tebu akan tumbuh dengan baik di daerah yng mempunyai iklim panas, Indonesia sendiri mempunyai iklim yang cendrung panas yaitu berkisar antara 26-28 derajat celcius. Namun derah yang paling baik adalah mempunyai curah hujan antara 100 mm/tahunnya
·         STRUKTUR TANAH.
 Keadaan tanah juga sangat penting untuk di perhatikan, berikut adalah jenis tanah yang cocok untuk menanam tebu: regosol,podsolik,alvial dan mediteran. Tanah yang bagus untuk tanaman tebu juga harus mempunyai Ph antara 6,5-7,5 (keadaan asam yang netral). Hal ini penting dalam budidaya tanaman tebu agar menghasilkan panen yang berkualitas.


  • CARA BUDIDAYA TEBU

  • ·         MEMPERSIAPKAN LAHAN.

Dalam pembuatan lahan tebu ada 2 cara:
Di bajak: yaitu dengan cara membajak lahan dalam keadaan kering dan kemudian di buat alur-alur untuk menanam bibit tebu sedalam 20 cm.
Reynoso: yaitu dengan cara membuat lahan tebu dengan mengolah pada area yang akan di Tanami tebu dengan membuat lubang sedalam 40 cm berbentuk cekungan. Ini di gunakan untuk daerah yang tanahnya mengandung banyak air.
Sebaiknya pembukaan dan penanaman dimulai dari petak yang paling jauh dari jalan utama atau lori pabrik.
Ukuran got standar ; Got keliling/mujur lebar 60 cm; dalam 70 cm, Got malang/palang lebar 50 cm; dalam 60 cm. Buangan tanah got diletakkan di sebelah kiri got. Apabila got diperdalam lagi setelah tanam, maka tanah buangannya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman.
Juringan/cemplongan (lubang tanam) baru dapat dibuat setelah got - got malang mencapai kedalaman 60 cm dan tanah galian got sudah diratakan. Ukuran standar juringan adalah lebar 50 cm dan dalam 30 cm untuk tanah basah, 25 cm untuk tanah kering. Pembuatan juringan harus dilakukan dua kali, yaitu stek pertama dan stek kedua serta rapi.


Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar + 1 m. Setiap 5 bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar + 80 cm. Pada juring nomor 28, guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus)

  • ·         TURUN TANAH/KEBRUK


Yaitu mengembalikan tanah stek kedua ke dalam juringan untuk membuat kasuran/bantalan/dasar tanah. Tebalnya tergantung keadaan, bila tanahnya masih basah + 10 cm. di musim kemarau terik tebal + 15 - 20 cm.

  • ·         PERSIAPAN TANAM
  • Lakukan seleksi bibit di luar kebun
  • Bibit stek harus ditanam berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin. Bibit stek + 70.000 per ha.
  • Sebelum ditanam, permukaan potongan direndam dahulu dengan POC NASA dosis 2 tutup + Natural GLIO dosis 5 gr per 10 liter air.
  • Sebelum tanam, juringan harus diari untuk membasahi kasuran, sehingga kasuran hancur dan halus.

  • ·         CARA TANAM

1. Bibit Bagal/debbeltop/generasi
Tanah kasuran harus diratakan dahulu, kemudian tanah digaris dengan alat yang runcing dengan kedalaman + 5-10 cm. Bibit dimasukkan ke dalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke samping. Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah.

2. Bibit Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit), jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya menghadap ke samping dan sedikit miring, + 45 derajat. Jika bibit rayungan bermata dua; batang bibit terpendam dan tunas menghadap ke samping dengan kedalaman + 1 cm.

3. Sebaiknya, bibit bagal (stek) dan rayungan ditanam secara terpisah di dalam petak-petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata.



  • ·         WAKTU TANAM

Berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling di pabrik gula. Waktu yang tepat pada bulan Mei, Juni dan Juli.

  • ·         PENYIRAMAN

Penyiraman tidak boleh berlebihan supaya tidak merusak struktur tanah. Setelah satu hari tidak ada hujan, harus segera dilakukan penyiraman.


  • ·         PENYULAMAN
  1. Sulam sisipan, dikerjakan 5 - 7 hari setelah tanam, yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu.
  2. Sulaman ke - 1, dikerjakan pada umur 3 minggu dan berdaun 3 - 4 helai. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan.
  3. Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur + 1 bulan.
  4. Penyulaman ke-2 harus selesai sebelum pembubunan, bersama sama dengan pemberian air ke - 2 atau rabuk ke-2 yaitu umur 1,5 bulan.
  5. Penyulaman ekstra bila perlu, yaitu sebelum bumbun ke -2.
  • ·         PEMBUMBUNAN TANAH

Pembumbunan ke-1 dilakukan pada umur 3-4 minggu, yaitu berdaun 3 - 4 helai. Pembumbunan dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumputan, membalik guludan dan menghancurkan tanah (jugar) lalu tambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah.

Pembumbunan ke - 2 dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar + 20 cm, sehingga tidak dikuatirkan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau + 2 bulan.

Pembumbunan ke-3 atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan, semua got harus diperdalam ; got mujur sedalam 70 cm dan got malang 60 cm.

  • ·      GARPU MUKA GULUD
Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got, sehingga air dapat mengalir. Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan.



  • ·         KLENTEK

Yaitu melepaskan daun kering, harus dilakukan 3 kali, yaitu sebelum gulud akhir, umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang.

  •   TEBU ROBOH

Batang tebu yang roboh atau miring perlu diikat, baik silang dua maupun silang empat. Ros - ros tebu, yang terdiri dari satu deretan tanaman, disatukan dengan rumpun - rumpun dari deretan tanaman di sisinya, sehingga berbentuk menyilang.


  •       PEMUPUKAN
  • Sebelum tanam diberi TSP 1 kuintal/ha
  • Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas juringan dosis ± 1 - 2 botol/1000 m² dengan cara :
  1. Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram juringan.
  2. Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 - 10 meter juringan.
  • Saat umur 25 hari setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0,5-1 kw/ha. Pemupukan ditaburkan di samping kanan rumpun tebu.
  • Umur 1,5 bulan setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0,5 - 1 kw/ha dan KCl sebanyak 1-2 kw/ha. Pemupukan ditaburkan di sebelah kiri rumpun tebu.
  • Untuk mendapatkan rendemen dan produksi tebu tinggi, semprot POC NASA dosis 4 - 6 tutup dicampur HORMONIK 1 - 2 tutup per-tangki pada umur 1 dan 3 bulan.

  •  HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama Penggerek Pucuk dan batang
Biasanya menyerang mulai umur 3 - 5 bulan. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto, semprot PESTONA / Natural BVR

2. Hama Tikus
Kendalikan dengan gropyokan, musuh alami yaitu : ular, anjing atau burung hantu

3. Penyakit Fusarium Pokkahbung
Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Tandanya daun klorosis, pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat, ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang. Penyemprotan dengan 2 sendok makan Natural GLIO + 2 sendok makan gula pasir dalam tangki semprot 14 atau 17 liter pada daun-daun muda setiap minggu, pengembusan tepung kapur tembaga ( 1 : 4 : 5 )

4. Penyakit Dongkelan
Penyebab jamur Marasnius sacchari, yang bias mempengaruhi berat dan rendemen tebu. Gejala, tanaman tua sakit tiba-tiba, daun mengering dari luar ke dalam. Pengendalian dengan cara penjemuran dan pengeringan tanah, harus dijaga, sebarkan Natural GLIO sejak awal.

5. Penyakit Nanas
Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. Menyerang bibit yang telah dipotong. Pada tapak (potongan) pangkas, terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas. Bibit tebu direndam dengan POC NASA dan Natural GLIO.

6. Penyakit Blendok
Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans Mula-mula muncul pada umur 1,5 - 2 bulan setelah tanam. Daun-daun klorotis akan mengering, biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. Jika daun terserang hebat, seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih. Rendam bibit dengan air panas dan POC NASA selama 50 menit kemudian dijemur sinar matahari. Gunakan Natural GLIO sejak awal sebelum tanam untuk melokalisir serangan.




  •   RENDEMEN TEBU

Proses kemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas yang tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang yang bersangkutan. Tebu yang sudah mencapai umur masak, keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam, kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang.
Usahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu sekitar bulan Agustus atau tergantung jenis tebu. Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %, sedang yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 %.

  •   TEBU KEPRASAN
  • Yaitu menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang, baik bekas tebu giling atau tebu bibitan (KBD).
  • Kebun yang akan dikepras harus dibersihkan dari kotoran bekas tebangan yang lalu. Sebelum mengepras , sebaiknya tanah yang terlalu kering di airi dulu. Kepras petak - petak tebu secara berurutan. Setelah dikepras siramkan SUPER NASA (dosis sama seperti di atas). Lima hari atau seminggu setelah dikepras, tanaman diairi dan dilakukan penggarapan (jugaran) sebagai bumbun ke-1 dan pembersihan rumput - rumput.
  • Lakukan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK pada umur 1,2 dan 3 bulan dengan dosis seperti di atas.Pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanam tebu pertama.

  • v PANEN DAN PASCA PANEN

Lebih dari separuh produksi tebu di dunia dipanen secara manual dengan tangan,
khususnya yang dilakukan di negara-negara yang berkembang. Pemanenan cara ini diawali
dengan pembakaran lahan. Api yang menyebar cepat akan membakar daun-daun, tetapi
meninggalkan batang-batang yang kaya air dan akar juga tidak rusak. Para pemanen
kemudian memotong batang tepat di atas tanah dengan parang. Pemanen tebu yang sudah
terlatih dapat memotong 500 kg tebu dalam satu jam. Panen dilakukan satu kali di akhir
musim tanam dengan kriteria dan cara panen sebagai berikut :
1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen tergantung dari jenis tebu:
a) Varitas genjah masak optimal pada < 12 bulan
b) Varitas sedang masak optimal pada 12-14 bulan
c) Varitas dalam masak optimal pada > 14 bulan.
2. Cara Panen
a) Mencangkul tanah di sekitar rumpun tebu sedalam 20 cm.
b) Pangkal tebu dipotong dengan arit jika tanaman akan ditumbuhkan kembali.
Batang dipotong dengan menyisakan 3 buku dari pangkal batang.
c) Mencabut batang tebu sampai ke akarnya jika kebun akan dibongkar. Potong
akar batang dan 3 buku dari permukaan pangkal batang.,
d) Pucuk dibuang.
e) Batang tebu diikat menjadi satu (30-50 batang/ikatan) untuk dibawa ke pabrik
untuk segera digiling